Daftar komponen mobil yang rentan kena kujan

December 15, 2012 at 12:02 am | Posted in Tips Otomotif | Leave a comment
Tags: , ,

Meskipun dirancang sedemikian rupa hingga diklaim anti air, namun kemungkinan beberapa komponen pada sepeda motor masih bisa ”masuk angin” akibat tersiram air. Ada baiknya kita mengecek dan mengantisipasi agar performa sepeda motor tetap terjaga meski curah hujan mulai meninggi belakangan ini.


Menurut Sarwono Edi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor, ada beberapa komponen yang rawan kemasukan air dan berpotensi menghambat laju sepeda motor. ”Di musim hujan ini kita harus siap dengan kondisi terburuk. Cek tekanan dan kembangan ban, lampu, dan rem itu wajib. Tapi ada beberapa komponen lain yang rentan air,” ujarnya.


Inilah komponen yang bisa bikin sepeda motor “rewel” bila terkena hujan:


1. Kampas rem. Jika masih model tromol, trus kondisi kampas sudah tipis. Ketika kemasukan air, rumah teromol (bagian dalam) dari besi bertemu dengan lempengan kampas yang sudah habis. Ciri-cirinya, jika direm berdecit, atau jika kena air kendaraan akan nyelonong.


2. Kabel gas. Terdapat penghubung antara tuas (handle) dengan kabel yang biasanya ditutup oleh karet khusus (booth). Pastikan karetnya bagus dan belum getas. Karena jika karet ini sudah tidak berfungsi dengan baik, air akan dengan mudah memasuki kabel gas. Efeknya, tuas akan seret karena karat di kabel gas. Kemungkinan lain adalah masuknya air ke karburator melalui kabel gas.


3. Cop busi. Banyak kasus, cop busi sudah pecah dan getas mengakibatkan listrik ”nge-ground” karena kena air. Komponen ini tercatat paling banyak membuat pengendara harus berhenti di pinggir karena sepeda motornya mati kebanjiran. Triknya, bagian keramik busi atau pinggiran cop busi disemprot WD-40, atau diolesi griss yang mampu menahan panas. ”Banyak yang menutupnya dengan solasi, tapi sebenarnya tidak disarankan. Bila perlu ganti saja cop busi yang sudah usang,” terang Edi.


4. Saringan udara. Sama sekali tidak pernah disarankan mencopot saringan udara. Karena selain membuat karburator cepat kotor karena endapan debu, air juga bisa masuk ke ruang bakar dan menyebabkan mesin mati.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: