Sokbreker Double Rebound Custom, Tambah Per Kayak BMW

December 20, 2012 at 3:55 pm | Posted in Tips Otomotif | Leave a comment
Tags: , , , , ,


Sokbreker sendiri memiliki fungsi untuk membatasi gerak bodi mobil, baik ke bawah maupun atas. “Ketika sokbreker gerak turun, maka mobil akan ditahan oleh per asli mobil. Namun ketika gerak ke atas, untuk sok standar akan terlepas begitu saja,” cerita pria asal Garut, Jabar ini.

Inspirasi semakin bertambah tatkala dirinya sering membongkar sokbreker milik mobil BMW. Di dalam tabungnya, terdapat per tambahan supaya redaman lebih baik. “Pasti bisa diaplikasi pada jenis lain,” sebut Feri.


Bermula dari situ, Ia mulai berkreasi. Sokbreker yang dijadikan modal awal yakni milik mobilnya sendiri, Nissan Serena. Didapat komposisi, per dalam sokbreker belakang memiliki dimensi lebih kecil dibanding bagian depan (Gbr 1).


Per dalam sokbreker ini untuk menahan gerak as, sehingga tidak terlalu ‘terlepas’ yang justru bisa membuat mobil agak limbung. Untuk mendapatkan hitungan per tersebut, Feri telah meriset selama 6-8 bulan.


Setelah dibongkar dan pasang per di dalam, kemudian dirakit kembali. Setelah semua terpasang, jangan aneh jika melihat penampakannya. Sebab sokbreker yang dinamai double rebound ini akan memiliki dimensi as yang lebih pendek dibanding standarnya (Gbr 2). Ini berlaku juga untuk sokbreker belakang (Gbr 3).


Namun meski memiliki dimensi yang lebih pendek, Feri tetap menjamin mobil tak akan jadi ceper. “Itu karena ada per yang menahan. Jadi as dalamnya tidak terlalu ketarik,” ulasnya.


Lalu bagaimana dengan oli dan gas yang ada di sokbreker itu? Ia akan tetap mengisinya kembali. Bahkan dijamin, kualitas oli tak kalah dengan pabrikan, justru mungkin lebih bagus karena oli lama sudah encer, berganti dengan baru. Oli ini juga akan merendam per, sehingga tak perlu khawatir karat. Demikian untuk gas nitrogen yang diisikannya.


Untuk memperoleh sokbreker custom ini, Feri mematok harga mulai Rp 1,5 juta untuk 1 set, tergantung mobil. Misal Toyota Avanza, Daihatsu Xenia Rp 1,5 juta, sedangkan Nissan Serena Rp 1,8 juta, menggunakan sistem barter.


Maksudnya, konsumen harus order atau pesan dulu. Kemudian akan dibuatkan. Sedangkan mobil masih dapat dipakai karena sokbreker asli belum dilepas. Jika sudah selesai, baru kemudian dipasang dan sokbreker asli mobil diambil bengkel.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: